Sikapi Pilkada 2020 di Tengah Pandemi, HMI Gelar Webinar

Sikapi Pilkada 2020 di Tengah Pandemi, HMI Gelar Webinar

Publikfigure.online - Jakarta, Badan Koordinasi HMI Jabodetabeka Banten menggelar webinar dengan tema "Potensi Masalah dan Solusi PILKADA 2020 di Tengah Pandemi Covid 19” pada hari Jumat, 28 Agustus 2020.

Dalam webinar tersebut turut Pembicara Betty Epsilon Idroos selaku Ketua KPU DKI Jakarta, Mahyudin selaku BAWASLU DKI Jakarta dan bang Andrian Habibi sebagai Penulis buku “ Menggugat Demokrasi Lokal.”

Andrian menyampaikan "bahwa pengadaan Pilkada dalam masa Pandemi ini perlu banyak memerhatikan efektifitas para pendukung terselenggaranya Pilkada itu sendiri, mulai dari peserta, KPU selaku penyelenggara dan BAWASLU sebagai Pengawas. Hal utama yang harus paten dan selesai adalah regulasi. Agar pemilu itu berjalan dan kedepan akan bagaimana pelaksanaanya", tuturnya.

Selain itu ia mengungkapkan, " saya mengajak kepada seluruh masyarakat agar aktif terhadap berlangsungnya acara Pilkada ini jangan sampai banyak terjadi kecurangan" ujarnya.

Ia juga menambahkan, "kader HMI dari tingkat Komisariat hingga PB untuk bersama sama mengawasi dan menjaga Integritas Pilkada tersebut. Serta kader HMI dapat lebih memperdalam sebuah gagasan yang ia peroleh yaitu Program Jaga Jarak", pungkasnya.

Terdapat beberapa daerah yang akan menyelenggarakan Pilakada Serentak. Khusus untuk wilayah kerja Badko HMI Jabodetabeka Banten diantaranya Serang,Pandeglang dan di Daerah Jawa Baratnya ada Kota Depok. Perlunya Badko HMI Jabodetabeka Banten mengawal jalannya pilkada tersebut.

"Tantangan yang sangat urgent dalam pelaksanaan Pilkada Ini diantaranya adanya AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) Penyesuaian anggaran dan aturan teknis. Kemudian ada bahaya dari politik uang,penyebaran hoax dan bahaya konflik horizontal", ungkap Betty Epsilon Idroos Ketua KPU DKI Jakarta.

Ia juga menambahkan "hal-hal ini disebabkan oleh adanya kredibilitas paslon,sosialisasi dan situasi paslon. Naka solusinya adalah sadar hak dan kewajiban sebagai warga Negara, kemudian penguatan SDM (Sumber Daya Manusia), integritas dan profesionalisme", imbuhnya.

Selain itu ia menambahkan "serta solusi yang sangat solutif adalag dengan kamppanye etis yang dilakukan oleh kader HMI diantaranya Pembuatan Film Pendek tentang Pilkada untuk menumbuhkan semangat berdemokrasinya", tutupnya.

Disamping itu Mahyudin Anggota Komisioner Bawaslu mengungkapkan, "dalam kondisi seperti ini disaat pandemic kita harus melihat apakaha siap atau tidak, karena  yang diharapkan dari reformasi ini adalah sebuah kemajuan demokrasi kita", tegasnya.

"Jika kita lihat ada isu calon tunggal justru ini merupakan sebuah bahaya dalam demokrasi dan solusinya kalian sebagai kader HMI berproseslah dengan baik agar menjadi tongkat estafet terbaik dan dapat memberikan hasil yang maksimal", pungkasnya.