Peradilan Sederhana : Cara Cepat, Murah dan Mudah Penyelesaian Sengketa Perdata di Pengadilan

Gugatan sederhana atau yang disebut dengan Small Claim Court sebagaimana dalam Pasal 1 angka 1 PERMA 2/2015 adalah tata cara pemeriksaan di persidangan terhadap gugatan perdata dengan nilai gugatan materiil paling banyak Rp 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) yang diselesaikan dengan tata cara dan pembuktiannya sederhana. Dasar hukum daripada gugatan sederhana adalah Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia (PERMA RI) Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana. Hal ini menjadi penting untuk dioptimalisasikan di Indonesia karena prosesnya yang tidak berbelit-belit dan dapat memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang mencara keadlian. Ruang lingkup acara gugatan sederhana yakni a. Perkara cidera janji dan/atau perbuatan melawan hukum; b. Nilai gugatan materiilnya paling banyak Rp 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah); c. Tidak termasuk dalam perkara yang penyelesaian sengketanya dilakukan melalui pengadilan khusus; d. Tidak termasuk sengketa hak atas tanah. Sebagaimana dalam Pasal 4 PERMA 2/2015 disebutkan: a. Para pihak adalah Penggugat dan Tergugat yang masing-masing tidak boleh lebih dari satu. Diperbolehkan lebih dari satu asal memiliki kepentingan hukum yang sama; b. Harus diketahui tempat tinggal Tergugat; c. Penggugat dan Tergugat berdomisili di daerah hukum Pengadilan yang sama; d. Tidak perlu didampingi oleh kuasa hukum. Tahapan-tahapan acara gugatan sederhana sebagaimana dalam Pasal 5 ayat (2) PERMA 2/2015 adalah: a. Pendaftaran; b. Pemeriksaan kelengkapan gugatan sederhana; c. Penetapan Hakim dan penunjukkan panitera pengganti; d. Pemeriksaan pendahuluan; e. Penetapan hari sidang dan pemanggilan para pihak; f. Pemeriksaan sidang dan perdamaian; g. Pembuktian; dan h. Putusan.