KPK Konfirmasi Tersangka Proyek Fiktif PT Waskita Karya Bertambah Lima Orang

KPK Konfirmasi Tersangka Proyek Fiktif PT Waskita Karya Bertambah Lima Orang

Jakarta, publikfigure.online,- Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) kembali menetapkan lima orang tersangka dalam kasus proyek infrastruktur fiktif tahun 2009 - 2015.

Kelima tersangka tersebut yakni Kepala Divisi II PT Waskita Karya 2011 - 2013 Fathor Rachman, Kepala Bagian Keuangan dan Resiko Divisi II PT Waskita Karya 2010 - 2014 Yuly Ariandi Siregar, Mantan Kepala Divisi III / Sipil / II PT Waskita Karya, Mantan Kabag Pengendalian pada Divisi III / Sipil / II PT Waskita Karya Jarot Subana dan Mantan Kepala Proyek dan Kabag Pengendalian pada Divisi III / Sipil / II PT Waskita Karya Fakih Usman.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan bahwa kelima tersangka kasus korupsi tersebut ditahan selama 20 hari kedepan.

"Untuk kepentingan penyidikan, KPK menahan lima tersangka selama 20 hari pertama terhitung sejak 23 Juli 2020 sampai 11 Agustus 2020," kata Ketua KPK Firli Bahuri di kantor KPK, Jalan Kuningan Persada, Kamis (23/7/2020).

Firli menjelaskan bahwa kelima tersangka itu diduga terlibat dan mengetahui penunjukan sejumlah perusahaan subkontraktor untuk menggarap pekerjaan fiktif.

Lebih lanjut Firli mengungkapkan bahwa ada empat perusahaan tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak. Perusahaan itu kemudian tetap mendapatkan pembayaran dari PT Waskita Karya yang merugikan negara sebesar Rp 202 miliar.

"Atas permintaan dan sepengetahuan dari DSA, FR, YAS, JS, dan FU, kegiatan pengambilan dana milik PT Waskita Karya (Persero) Tbk melalui pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut dilanjutkan, dan baru berhenti pada 2015. Seluruh dana yang terkumpul dari pembayaran terhadap pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut selanjutnya digunakan oleh pejabat dan staf pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya (Persero) Tbk," ungkap Firli.

Dari informasi yang dihimpun, setidaknya ada 14 proyek infrastruktur yang terkait kasus ini, antara lain proyek Bandara Kualanamu, proyek Tol JORR seksi W1, proyek normalisasi Kali Pesanggrahan Paket 1, Jakarta, hingga proyek PLTA Genyem, Papua.